Produksi Emas Freeport Merosot 41,7%

Produksi Emas Freeport Merosot 41,7%

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 11:55 WIB
Produksi Emas Freeport Merosot 41,7%
Jakarta - PT Freeport Indonesia telah memproduksi emas sebanyak 1,185 juta ounces hingga kuartal III-2010. Angka itu turun sekitar 41,7% dari realisasi produksi emas pada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,033 juta ounces.

Untuk produksi tembaga di tambang yang berada di Papua tersebut, turun dari 1,138 juta pound hingga kuartal III-2009 atau turun 19,7% menjadi 913 juta pound pada periode yang sama tahun ini.

Penurunan produksi emas dan tembaga perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga diikuti oleh penjualan dari kedua produk tambang itu. Untuk penjualan emas turun dari 2,015 juta ounces hingga kuartal III-2009 menjadi 1,2 juta ounces pada periode yang sama tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara penjualan tembaga turun menjadi 919 juta pound dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,131 juta pound.

Demikian laporan keuangan yang dikutip detikFinance dari situs resmi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, Jumat  (5/11/2010).

Dalam laporan tersebut disebutkan, penurunan penjualan emas dan tembaga hingga kuartal III-2010 dikarenakan adanya rendahnya kadar bijih mineral pertambangan terbuka Grasberg.

Meskipun penjualan emas dan tembaga menurun, namun harga kedua komoditi tersebut mengalami peningkatan.  Harga rata-rata penjualan tembaga hingga kuartal III-2010 tercatat senilai US$ 3,36 per pound, padahal pada periode yang sama harga tembaga berada di level US$ 2,42 per pound . Sedangkan, harga rata-rata penjualan emas sebesar US$ 1.204 per ounces, atau naik sekitar US$ 260 per ounces dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$ 994 per ounces.

Freeport menargetkan penjualan dari tambang Grasberg sebesar 1,2 milyar pound tembaga dan 1,8 juta ounces emas sepanjang tahun ini. Sementara realisasi penjualan pada tahun lalu tercatat mencapai 1,4 miliar pound tembaga dan 2,5 juta ounces emas.



 

 
(epi/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads