"Buka semuanya, tiga-tiganya buka," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/11/2010).
Ridwan mengatakan meski terjadi bencana, tingkat kunjungan mal di wilayah Yogyakarta relatif masih normal. Meski ia mengakui kondisi fisik beberapa mal mengalami masalah kebersihan karena imbas hempasan debu vulkanik yang menutupi lantai dan bangunan mal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sejauh ini para pengusaha belum memutuskan menghentikan aktivitas bisnis mereka. Pertimbangannya selain jarak Merapi relatif jauh, juga dibukanya mal bisa menjadi sarana masyarakat memenuhi kebutuhannya.
Ridwan juga mengatakan mulai hari ini pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh pengusaha mal untuk membuka kotak bantuan sebagai partisipasi pengusa mal mengurangi beban korban Merapi.
"Kalau semuanya pasang sampai 200 mal di seluruh Indonesia," katanya.
Seperti diketahui, letusan Merapi hingga Jumat ini belum juga reda. Berdasarkan data, korban yang tewas sampai pukul 12.45 WIB, mencapai 58 orang. Menurut informasi dari tim identifikasi, kemungkinan jumlah korban yang tewas akan terus bertambah. Sementara untuk korban luka bakar hingga pukul 14.00 WIB bertambah 11 menjadi 77 orang.
(hen/qom)











































