Merasa Berpengalaman, Pemerintah Tak Butuh Jepang Urus Inalum

Merasa Berpengalaman, Pemerintah Tak Butuh Jepang Urus Inalum

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 16:20 WIB
Jakarta - Pemerintah merasa tidak membutuhkan bantuan Jepang lagi untuk mengurus operasional Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Karena Indonesia sudah merasa berpengalaman menangani Inalum selama 30 tahun ini.

"Inalum sudah memiliki track record yang panjang selama 30 tahun. Manajemennya pun cukup aktif yang ditangani putera-puteri Indonesia. Jika saja masa 30 tahun tersebut sudah lewat sampai 2013 nanti, mereka pun siap untuk meneruskan," tutur Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Seperti diketahui Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.

Mengenai 58,87% saham milik Jepang, Mustafa mengatakan dirinya masih menunggu proses audit, sehingga nanti bisa diketahui berapa nilai saham tersebut. Menurutnya, pemerintah bisa membayar 58,87% saham milik Jepang di Inalum dengan dana yang berasal dari APBN atau dari BUMN yang akan mengambil saham tersebut.

Soal BUMN yang akan didorong mengambil Inalum, Mustafa mengatakan ada beberapa opsi yang sedang dikaji. Pertama adalah menunjuk PT Aneka Tambang Tbk (Antam), atau PLN juga bisa untuk ditunjuk mengambil alih operasional Inalim karena ada kandungan listrik di dalamnya."Bahkan tak tertutup kemungkinan membuat BUMN baru untuk mengelola Inalum," jelas Mustafa.

Dikatakan Mustafa, jika kerjasama Indonesia dan Jepang di Inalum berakhir, hubungan kerjasama antara kedua negara tidak akan terpengaruh. Karena masih banyak proyek-proyek lain yang bisa digarap melalui kerjasama keduanya.

Jadi apakah kerjasama ini akan berakhir? "Kita tunggu keputusan Presiden nanti," jelas Mustafa.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pemerintah akan melakukan negosiasi dengan Jepang untuk menentukan apakah Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads