Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan kepada detikFinance, Sabtu (6/11/2010).
"Satu-satunya jalan adalah pasang diesel (genset) di pengungsian. Ketika gunung meletus seperti ini listrik juga jadi korban. Instalasi listrik yang penuh debu apalagi disertai hujan, membuat peralatan tidak berfungsi," jelas Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debu adalah musuh utama listrik. Kelak semua peralatan dan jaringan yang berdebu itu harus dibersihkan dulu secara hati-hati sebelum akhirnya dialiri listrik lagi. Ini akan lama karena debu-debunya bersembunyi sampai jepitan-jepitan peralatan," tutur Dahlan.
Seperti diketahui, daerah-daerah pengungsian para korban Merapi dilanda pemadaman listrik. Ini memang tidak bisa dihindari. Karena itu PLN memberikan bantuan genset untuk memasok listrik ke pengungsian.
PLN bahkan siap menanggung bahan bakar genset di tempat-tempat vital sehingga listrik terus mengalir. Seperti untuk pos pengungsian, posko relawan, rumah sakit, dapur umum, dan lain-lain.
Kondisi pasokan listrik dari PLN saat ini di lereng Merapi di lokasi bahaya memang terganggu. Petugas PLN tidak bisa mengecek kondisi kelistrikan di area bahaya karena memang semua orang dilarang memasuki area bahaya.
Tim teknisi PLN selalu siap sedia untuk memeriksa dan memperbaiki trafo dan jaringan yang rusak di sekitar gunung Merapi. Namun untuk memasuki area-area tertentu yang masih dianggap bahaya petugas PLN harus mendapat izin dari tim SAR karena membahayakan keselamatan jiwa. (dnl/dnl)










































