Kepala PIP Soritaon Siregar menyatakan PT Indonesia Green Investment rencananya akan resmi diluncurkan akhir tahun ini.
"Diharapkan sebelum matahari terbit 2011," ujarnya dalam diskusi Kementerian Keuangan dengan forum wartawan keuangan (Forkem) di Ancol, Jakarta, Sabtu (6/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modalnya Rp 4 triliun dari Departemen Keuangan, dengan modal awal Rp 1 triliun. Anak usaha ini untuk bidang environment untuk mejalankan misi Presiden SBY," jelasnya.
Saat ini, lanjut Soritaon, peresmian Indonesia Green Investment masih menunggu tanda tangan presiden.
"PP (peraturan pemerintah) sudah diharmonisasikan. Suratnya sudah ada di meja Pak Menkeu. Nanti tinggal dikasih ke Pak Presiden untuk ditanda tangan," tandasnya.
Sebelumnya, pada awal tahun ini pemerintah menyiapkan dana sebesar US$ 1 miliar untuk tahun ini yang akan digunakan sebagai pemenuh kebutuhan dana investasi hijau (green investment).
Dana ini untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang membantu pertumbuhan ekonomi dan sekaligus membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Pemerintah Indonesia telah berjanji untuk memangkas emisi oleh sekurang-kurangnya 26 persen dari tingkat bisnis seperti biasa pada tahun 2020.
Pada perundingan iklim global di Kopenhagen Desember 2009, Presiden Yudhoyono mengumumkan rencana untuk mengembangkan Indonesia Green Investment Fund, yang akan berfungsi sebagai katalisator pembangunan infrastruktur yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, pangan dan produksi air bersih dan juga membantu mengurangi emisi disalahkan atas pemanasan global.
Dana ini nantinya diperkirakan akan bersaing dengan dana sejenis milik pemerintah Brazil yang dikenal dengan nama Amazon Fund. Brazil meluncurkan Amazon Fund tahun lalu untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan penelitian ilmiah di hutan hujan terbesar di mana dana awal berasal dari sumbangan negara-negara Eropa.
Indonesia Green Investment Fund tidak ditujukan untuk memberikan pinjaman atau hibah pada proyek baru melainkan sebagai tambahan dana untuk proyek-proyek di mana bank pemberi pinjaman mencari tambahan suntikan ekuitas terhadap proyek tersebut.
(nia/dnl)










































