Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/11/2010).
"Terkait clean dan renewable energy, kita mau ada transfer teknologi AS di bidang energi terbarukan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hatta berharap, ke depan nilai perdagangan Indonesia dengan AS akan melebihi angka perdagangan Indonesia dengan China dan Malaysia yang mencapai US$ 30 miliar.
Hatta menilai Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan perdagangan dengan AS. Karena, jika berkaca dari nilai perdagangan Malaysia-AS saat ini sudah tembus US$ 35 miliar, dan China-AS yang lebih dari US$ 30 miliar, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai tersebut dengan kedatangan Obama.
"Sekarang kan baru US$ 20 miliar, jadi masih besar sekali peluang peningkatan perdagangan itu. Syaratnya kita harus kerja keras. Kalau Malaysia saja bisa segitu, kita harus di atas itu. Dengan China saja sudah melewati US$ 30 miliar, dengan AS harusnya lebih baik," ujar Hatta.
Selain itu, Hatta juga menyatakan ada beberapa sektor investasi yang akan didorong dengan kedatangan Presiden negara Paman Sam tersebut. Proyek-proyek seperti General Electrik, Catarpillar, dan beberapa lainnya.
(nia/dnl)











































