Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan, para 'pasukan berani mati' ini sebagian dididik di Korea Selatan dan Brasil, dan sebagian lagi merupakan didikan dari Pusdiklat PLN di Semarang. Mereka juga telah dikarantina dan dididik mentalnya di Markas Kopassus Batujajar selama 3 hari.
"Itulah pasukan berani mati yang dibentuk PLN untuk memasuki babak baru pemeliharaan tanpa mematikan listrik," ujar Dahlan kepada detikFinance, Selasa (9/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama resmi dari 'pasukan berani mati' PLN itu adalah Pasukan Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Rencananya, PLN akan menggelar apel besar Pasukan PDKB ini pada Rabu, 10 November 2010 besok di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
"Dalam apel besar besok, saya akan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan PDKB, dengan syarat harus menjalani inisiasi dengan cara berani memegang kabel listrik dalam keadaan bertegangan," ujar Dahlan.
Rencananya, inisiasi yang akan dilakukan oleh Dahlan Iskan itu akan disaksikan oleh seluruh peserta apel. (qom/dnl)











































