Letak Properti Semrawut, Boediono Janji Benahi Kebijakan

Letak Properti Semrawut, Boediono Janji Benahi Kebijakan

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2010 11:20 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui lemahnya kebijakan soal tata ruang sehingga kondisi letak pemukiman dan bangunan properti lain masih semrawut alias berantakan dan tak tertata rapi. Karena itu Wakil Presiden Boediono berjanji memperbaiki kebijakannya.

"Pemerintah pusat dan daerah harus koreksi. Supaya tidak terjadi lagi kesemrawutan karena tidak ada rencana rasional terhadap tata kota," ungkap wapres dalam sambutan Munas REI ke-3 di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Selasa (9/11/2010).

Boediono menambahkan, masih banyaknya masalah dalam interseksi kawasan perkotaan sebagai wilayah sentral seperti lalu lintas yang padat, hingga banjir. Selain janjinya untuk memperbaiki kebijakan tersebut, Boediono juga mengajak seluruh pelaku pemukiman, dalam hal ini Real Estate Indonesia (REI), juga bahu membahu mengatasi kesemrawutan pemukiman di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kelemahan negara berkembang (tata ruang). Ada yang sedang proses. Hal ini harus bersama-sama karena cita-cita mewujudkan rencana jangka panjang sebagai warisan anak cucu," ungkapnya.

"Pemerintah difokuskan pada tanggung jawab dan tugasnya. Juga bagi pelaku, hingga semua mencapai titik temu. Tidak hanya koordinasi kebijakan, tapi juga implementasi dari kebijakan. Kelemahan kebijakan harus dituntaskan," tegas Boediono.

Munas Ke-13 REI ini rencananya akan diikuti oleh 875 orang dari DPD REI seluruh Indonesia dari total anggota sekitar 1.700-an perusahaan. Penyelanggaraan Munas kali ini, DPP REI menghabiskan dana Rp 2 miliar.

Menurut Ketua Umum DPP REI F. Teguh Satria, anggaran memang meningkat dibandingkan Munas sebelumnya, tiga tahun lalu. Pasalnya proses mekanisme pemilihan calon ketua umum baru memang mengalami penyesuaian.

Terdapat empat nama calon ketua REI periode 2010-2013, mereka diantaranya Alwi Bagir Mulachela, Komisaris PT Umawar Isasabluza. Juga ada Djoko Slamet Utomo, Direktur Utama Umawar. Ditambah, Muhammad Nawir Komisaris PT Wika Realty Tbk, dan Setyo Maharso, Direktur PT Cakra Sarana Persada.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads