"Tahun depan mulai ada sensus ternak," kata Menteri Pertanian Suswono dalam acara Editor Meeting di kantornya, Jakarta, Selasa (9/11/2010).
Berdasarkan data terakhir mengenai populasi ternak yang ada di Indonesia jumlah sapi potong mencapai 13,6 juta ekor, kerbau 2,01 juta ekor, kambing 16,84 juta ekor, domba 10,91 juta ekor, ayam buras 268,95 ribu, ayam ras petelur 103,841 ribu dan ayam ras daging 1,249 juta ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dengan sensus ini maka pemerintah bisa mengetahui berapa jumlah populasi ternak seperti sapi, khususnya sapi betina. Hal ini penting untuk melindungi sapi betina produktif yang bisa menjadi 'mesin' produksi sapi.
Menurutnya cara ini penting, pasalnya dari historis yang ada Indonesia tercatat terakhir mengekpor daging sapi tahun 1976, dan pertama kali impor tahun 1990 dengan jumlah 18.000 ekor sapi. Namun setelaj 20 tahun berjalan jumlah impor sapi semakin bertambah hingga 600.000 ekor.
Dari kondisi ini membuktikan jika 'mesin' produksi sapi di dalam negeri melalui sapi betina semakin menurun. Salah satu penyebabnya masih tingginya pemotongan terhadap sapi betina produktif.
"200.000 ekor sapi betina produktif dipotong (per tahun)," katanya.
(hen/qom)











































