RI Gandeng 13 Pengusaha Austria Garap Infrastruktur

RI Gandeng 13 Pengusaha Austria Garap Infrastruktur

- detikFinance
Rabu, 10 Nov 2010 12:09 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia menggandeng 13 pengusaha Austria untuk bekerjasama di bidang infrastruktur seperti transportasi, clean energy, dan kesehatan. Ini bakal meningkatkan nilai investasi Austria ke Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Rencana 13 proyek kerjasama itu adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Pengembangan rumah sakit antara AME International GmbH dengan Kementerian Pertanian
  2. Penyediaan peralatan hydro power antara Andritz Hydro GmbH dengan PT PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum
  3. Penyediaan solusi berteknologi tinggi di berbagai bidang
  4. Pengembangan powertrain system antara AVL List GmBH dengan Kementerian Pendidikan Nasional
  5. Pengembangan dan penyediaan mesin dan sistem untuk pemeliharaan jalur kereta api antara Plesser & Theurer Export von Bahnbaumaschinen GmBH dengan Ditjen Perkretaapian, Kementrian Perhubungan
  6. Sistem transportasi antara VAE GmBH dengan Ditjen Perkretaapian, Kementerian Perhubungan
  7. Penyediaan konsep-konsep, pembangunan dan pengoperasian di bidang pelayanan kesehatan antara VAMED Engineering GmBH & Co KG dengan Kementrian Perhubungan
  8. Produsen jalan kereta api untuk kereta api listrik antara Doppelmayr Seilbahnen gmBH dengan PT Saratoga Infrastruktur
  9. Penyediaan sistem komunikasi dan informasi di bidang perhubungan udara dan keselamatan umum antara Requentis AG dengan Kementrian Perhubungan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Kelautan dan Perikanan
  10. Konsultan bisnis terkait tsunami antara ICR GmBH dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi
  11. Penyediaan alat-alat teknologi perkeretaapian antara LISINGER Maschinenbau GmBH dengan Ditjen Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan
  12. Penyediaan sistem keamanan informasi antara Mils Electronic GmBH & Co KG dengan Kementrian Pertahanan dan Kementrian Dalam Negeri
  13. Penyediaan sistem untuk pengolahan air limbah antara Ovivo Austria GmBH dengan Kementerian Pertahanan
Selain itu, dalam waktu dekat, rencana kerjasama yang mulai riil dari kedua negara adalah ditandatangani 3 dokumen kerjasama yang meliputi 2 MoU dan 1 letter of intent (LoI) yang disaksikan dua menteri perekonomian kedua negara.

  1. MoU antara perusahaan Austria Doppelmayr Sellbahnen GmBH dan perusahaan Indonesia PT Saratoga Infrastruktur tentang proyek sistem transportasi untuk Jakarta dan Bandung
  2. MoU antara perusahaan Austria Andritz Hydro GmBH dengan PT PLN
  3. Lol antara perusahaan Austria Andritz Hydro GmBH dengan Pusat Litbang Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum untuk proyek pembangunan proyek-proyek power plant HydroMATIX, peningkatan dan rehabilitasi PT Tonsea Lama dan instalasi peralatan elektromagnetik untuk PLT Sawangan.
Menurut Hatta Austria dan Indonesia memiliki potensi peningkatan hubungan ekonomi yang masih besar. Posisi Austria yang berada di Eropa bisa menjadi pintu masuk penetrasi pasar produk Indonesia ke Eropa.

Meski Hatta mengakui di bidang investasi, investasi Austria masih kecil di Indonesia. Sementara nilai perdagangan kedua negara belum mencerminkan potensi sesungguhnya.

Dikatakannya nilai perdagangan kedua negara hanya US$ 300 juta yang terus menurun karena krisis. Dari jumlah itu Indonesia mencatatkan defisit perdagangan dengan Austria yaitu dengan nilai importasi mencapai US$ 200 juta seperti produk permesinan, kertas rokok.

"Ini tidak menggambarkan potensi kita," katanya.

Pihak Indonesia sendiri menawarkan pengembangan biofuel di Austria dalam rangka peningkatan ekspor ke negeri kecil di Eropa tersebut.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads