Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, bentuk subsidi BBM akan mulai dibatasi pada 1 Januari 2011.
"Subsidi akan lebih diberikan secara terarah. Seperti kita tahu untuk subsidi pertanian yakni pupuk dan benih itu jadi targetnya 3 tahun. Kemudian subsisdi listrik 4 tahun dan BBM itu bisa dilaksanakan sampai 5 tahun," papar Agus dalam sambutan pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2010 di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini juga dinilai tidak efektif karena semua lapisan bawah sampai atas itu semua masih bisa menikmati," tuturnya.
Oleh karena itu, Agus menuturkan akan dilakukan pembatasan sehingga subsidi bisa difokuskan kepada yang membutuhkan saja yakni masyarakat bawah. "Per 1 Januari 2011 tidak akan bisa semua memanfaatkan karena pembatasan akan berlaku," jelasnya.
Selain itu Agus mengatakan, pemerintah juga akan menyiapkan penggunaan BBM lain untuk mendukung kecukupan kebutuhan masyarakat seperti bahan bakar nabati.
"Bahan bakar nabati kita jual Rp 2.000-2.500 per liter agar semua dapat menggunakannya dengan murah," kata Agus.
Pada bagian lain, agus mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1 triliun untuk subsidi bahan bakar geothermal.
"Pemerintah memberikan insentif lebih dari Rp 1 triliun untuk bahan bakar subsidi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar alternatif lain," tambahnya.
Agus menyarankan agar masyarakat menggunakan bahan bakar Gheothermal, pasalnya kualitas gheotermal Indonesia adalah yang terbaik.
(dru/dnl)











































