"Kita telah hitung total dari erupsi Merapi mencapai Rp 41,2 miliar," kata Plt Dirjen Perikanan Budidaya Ketut Sugama di kantornya, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
Ketut menjelaskan jenis ikan yang banyak mati akibat erupsi Merapi diantaranya gurame, lele dan nila. Wilayah kawasan budidaya yang paling parah adalah wilayah Sleman seperti Pakem dan Cangkringan. Bahkan wilayah lain seperti Magelang sama-sama terkena imbas erupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ketut, di wilayah Sleman lokasi budidaya ikan yang terkana imbas mencapai 27 hektar, posisi tanggal 5 November 2010 jumlah kerugian sudah mencapai Rp 28,5 miliar. Sementara di wilayah Jawa Tengah khususnya Boyolali tak terlalu terkena imbas, namun Magelang dan Muntilan khususnya Balai Benih Ikan (BBI) rusak dengan kerugian sampai Rp 800 juta.
"Untuk saluran (infrastruktur budidaya) kita membutuhkan Rp 50 miliar," katanya.
Rencananya, pada minggu depan kementerian kelautan dan perikanan akan mengirim bibit dalam ukuran besar untuk jenis ikan lele dan nila masing-masing 100.000 bibit. Diharapkan dalam satu bulan ikan-ikan tersebut sudah bisa dipanen oleh pembudidaya ikan korban Merapi.
"Perikanan menjadi leading sector dalam penanganan pasca bencana Merapi," jelasnya.
(hen/qom)











































