Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun dalam diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
"Tren penurunan premium di beberapa daerah sudah mulai terlihat, yang sampai menurun 5%. Meskipun kami tidak membatasi tapi banyak masyarakat menggunakan pertamax," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini juga ada kesepakatan antara Kementerian ESDM dengan DPR yang mengatakan kuota BBM subsidi mungkin saja ditambah asal tak melebih anggaran yang ada. Jadi Pertamina terserah keputusan pemerintah," jelas Harun.
Pertamina saat ini juga terus meningkatkan stok BBM non subsidi di SPUB-SPBU miliknya, sehingga tidak terjadi kelangkaan BBM jenis pertamax ataupun pertamax plus.
"Jadi kalau pertamax atau pertamax plus makin banyak dan masyarakat mulai sadar, tentunya tanpa ada pembatasan konsumsi, nantinya konsumsi premium akan makin sedikit," tutur Harun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan hilang 5 tahun lagi. Setelah itu tak akan ada lagi subsidi BBM bebas seperti sekarang ini.
Mulai Januari 2011, pemerintah akan membatas konsumsi BBM subsidi seperti premium dan solar untuk kendaraan-kendaraan pribadi.
(dnl/qom)











































