Pertamina Berniat Jual Listrik ke PLN

Pertamina Berniat Jual Listrik ke PLN

- detikFinance
Rabu, 10 Nov 2010 21:16 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana untuk menjual listrik ke PLN. Listrik yang dijual ini berasal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal yang dimiliki oleh Pertamina.

Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun di sebuah rumah makan di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

"Jadi pembangkit yang baru dapat kita bangun sendiri atau kita bisa bekerja sama dengan investor untuk membangun pembangkit baru. Sehingga kami bisa menjual langsung ke PLN dalam bentuk listriknya. Tapi semuanya itu kita kembalikan lagi ke negosiasi harga nantinya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harun mengatakan, dengan harga minyak yang naik saat ini, panas bumi atau geothermal menjadi daya tarik tersendiri. "Kalau BBM itu harganya bisa 15-18 sen/kwh, panas bumi bisa ditekan ke 9 sen/kwh," ujarnya.

Pertamina merasa optimistis untuk mengembangkan bisnis barunya ini. Apalagi saat ini ada pembangkit listrik tenaga panas bumi di 15 wilayah kerja panas bumi.

"Pertamina mengoperasikan pembangkitnya yang ada di 15 wilayah kerja panas bumi dan beberapa dari itu sudah ada yang menghasilkan energi listrik melalui panas bumi. Dan dari situ Pertamina sudah bisa memproduksi listrik mencapai kapasitas 272 megawatt/hari. Dan pada 2011 nanti pertamina diperkirakan dapat menambah lagi pasokan listrik sebesar 110 megawatt yang dihasilkan dari Ulubelu, Lampung," tutur Harun.

Di 2014, Pertamina menargetkan dari seluruh pembangkitnya tersebut dapat mencapai kapasitas produksi 1.324 megawatt.

"Oleh karena itu tantangan yang ditawarkan oleh Obama merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Pertamina. Untuk bersama-sama mempercepat pengembangan potensi panas bumi di indonesia," imbuh Harun.

Adapun 15 wilayah pembangkit listrik tersebut adalah:

  1. Wilayah Sibayak
  2. Wilayah Sungai Penuh
  3. Wilayah Lumut Balai
  4. Wilayah Ulubelu
  5. Wilayah Hululais
  6. Wilayah Kotamobagu, Manado
  7. Wilayah Lahendong
  8. Wilayah Kamojang
  9. Wilayah Gunung salak (kerjasama dengan Chevron)
  10. Wilayah Darajat (kerjasama dengan Chevron)
  11. Wilayah Wayang Windu (kerjasama dengan Magma Nusantara Limited)
  12. Wilayah Bedugul (kerjasama dengan Bali Energy Limited)
  13. Wilayah Sarulla (kerjasama dengan konsorsium Sarulla)
  14. Wilayah Lapangan Dieng (joint venture dengan PT Geo Dipa)
  15. Wilayah Lapangan Patuha (joint venture dengan PT Geo Dipa)
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads