Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan undangan ini ditujukan khusus kepada pemerintah agar lebih memperhatikan sektor sawit. Maklum saja saat ini sektor sawit Indonesia terus mendapat tekanan dari pihak asing.
"Kita berpikir positif lah agar SBY punya empati terhadap industri yang menterinya (menteri pertanian) bilang primadona. Kita berharap SBY tumbuhlah kebanggaan pada sawit, kita akan tingkatkan kebanggan Pak SBY terhadap sawit," tegas Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah harus dorong, pemerintah beranilah tegak, kalau selama ini malu-malu miring-miring," katanya.
Meski ia mengakui saat ini di tingkat menteri, yaitu Menteri Pertanian Suswono sudah berani menunjukan pembelaan yang terang-terangan terhadap sektor sawit saat mendapat tekanan dari pihak asing.
"Mentan sudah berani ngomong, bahwa kalau ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) menjadi referensi kita, sementara kalau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memberi beban. Itu baguslah," katanya.
Joko mengatakan Indonesia harus memperkuat posisinya sebagai produsen sawit terbesar dan bersama Malaysia untuk menghadapi kekuatan asing dan global yang selama ini menekan dengan berbagai cara, termasuk dengan isu lingkungan.
"Ini harus dilakukan secara kompak, Gapki berjalan sendiri itu tak mungkin. Gapki butuh dukungan pemerintah," katanya.
(hen/dnl)











































