Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat pengurangan jumlah pengunjung sekitar 58.300 orang selama 11 hari pasca bencana letusan gunung Merapi terdahsyat itu.
Demikian hasil analisis dan perkiraan sementara Bank Indonesia di daerah bencana Yogyakarta yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (16/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Difi mengungkapkan, terdapat 23 penerbangan domestik dan 3 penerbangan internasional di bandara Adisucipto perhari yang terpaksa terhenti karena adanya gangguan debu vulkanik dari Merapi itu.
Menurut Difi, dari sub sektor transportasi darat juga terpukul karena jumlah kunjungan wisatawan yang turun drastis. "Rental mobil yang biasanya ramai juga mengalami pukulan yang cukup berat," kata Difi.
Ia menambahkan, dari sektor pariwisata, hotel dan restoran sebagiannya menunda berbagai acara dan even-even penting yang semula akan dilaksanakan di Yogyakarta.
"Akibatnya, tingkat hunian hotel turun 70%. Hal ini juga memberikan dampak pada penurunan penjulan produk kerajinan, usaha kuliner dan usaha transportasi turun," paparnya.
Selain itu dari sektor konstruksi, bank sentral mendata terdapat sebanyak 2.271 rumah yang mengalami kerusakan. "Analisis dan perkiraan sementara bank sentral tersebut secara umum perkembangannya tercatat sampai dengan 15 November 2010," tukasnya.
(dru/qom)











































