Letusan Merapi Dorong Harga Sayur dan Buah Merayap Naik

Letusan Merapi Dorong Harga Sayur dan Buah Merayap Naik

- detikFinance
Selasa, 16 Nov 2010 12:55 WIB
Jakarta - Letusan Merapi yang menyebabkan debu vulkanik selama 3 minggu berjalan telah berdampak pada kenaikan harga sayur mayur dan buah-buahan. Kenaikan tertinggi terjadiΒ  jenis cabai merah karena sentra cabai merah di Jawa Tengah yaitu Magelang menjadi salah satu lokasi terparah dari dampak erupsi Merapi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia Hasan Widjaja kepada detikFinance, Selasa (16/11/2010).

"Sekarang ini harga cabai (di tingkat petani) Rp 24.000, padahal sebelum adanya erupsi Merapi masih Rp 8.000 per kg . Ini sudah naik berlipat-lipat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan kenaikan berbagai produksi sayuran dan buah belakangan ini bukan hanya dipicu oleh letusan Merapi. Namun faktor curah hujan yang tinggi semakin melengkapi melorotnya produksi pertanian sehingga harga jadi naik.

"Di Jawa itu kuatnya di Magelang, sehingga pasokan cabai berkurang. Mereka (Magelang) sentra cabai merah,” katanya.

Ia mengatakan secara rata-rata kenaikan sayuran lainnya dan buah-buahan naik 30-40%. Kenaikan terjadi pada rockmelon, termasuk Salak Pondoh yang banyak dihasilkan di wilayah Sleman. Menurutnya secara keseluruhan produksi sayur dan buah dalam negeri sepanjang tahun 2010 terimbas dari tingginya curah hujan yang mempengaruhi tingkat produksi.

"Untuk ekspor belum terpengaruh, kita masih bisa cari suplai dari daerah lainnya," katanya.

Menurut Hasan, dampak Gunung Merapi terhadap sektor sayur dan buah menjadi pelengkap dari melorotnya produksi sayur dan buah. Namun ia mengatakan optimistis pasca letusan Merapi kedepannya justru akan mendongkrak produksi sayur dan buah khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Kita mengharapkan tahun depan, mendapatkan berkah dari tanah yang subur efek dari debu vulkanik. Siapa tahu bisa sampai 4 kali lipat," ujarnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads