Demikian disampaikan oleh Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/11/2010).
"Sampai dengan Oktober jumlah konsumsi premium sudah mencapai 96,3% dari kuota yang tersedia atau sebanyak 18,984 juta KL. Masih cukup sampai akhir tahun," ujar Adi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun Adi mengatakan sisa jatah premium dan solar ini mencukupi sampai akhir tahun, namun BPH Migas tetap meminta penambahan kuota BBM bersubsidi kepada DPR untuk menjaga keamanan jumlah stok.
Sebelumnya, pemerintah telah meminta agar kuota BBM bersubsidi pada tahun 2010 ditambah dari jatah sebesar 36,5 juta kiloliter (KL) menjadi maksimal 39,23 juta KL.
(dnl/qom)











































