Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Federal Jerman Dr. Guido Wersterwelle dalam Working Luncheon para Duta Besar Asia Pasifik yang untuk November tahun ini diselenggarakan di Wisma Dubes RI, Berlin Dahlem, 11/11/2010.
Kehadiran Wersterwelle dalam kesempatan tersebut merupakan kali pertama sekaligus sebagai tamu kehormatan, demikian sebagaimana dituturkan Counsellor Pensosbud KBRI Berlin Agus Priono kepada detikfinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi UE dan Jerman, kawasan Asia Pasifik memegang peranan penting di berbagai bidang. Jerman sendiri memandang penting pengembangan kerjasama di bidang energi, khususnya energi terbarukan," ujar menteri dari Freien Demokratischen Partei/FDP (Partai Demokratik Bebas) ini.
Lanjut Westerwelle, pemerintah Jerman dalam menjalin kerjasama dengan Asia Pasifik mengedepankan prinsip long term and sustainable cooperation (kerjasama jangka panjang dan berkelanjutan, red).
"Kerjasama tersebut antara lain bisa dilakukan dengan pertukaran pemuda, antara lain pertukaran mahasiswa dan pelatihan kejuruan," ujar Westerwelle.
Kurang Terwakili
Meskipun merupakan kawasan sangat penting, namun Westerwelle menilai bahwa Asia Pasifik saat ini masih underrepresented (kurang terwakili, red) dalam PBB dan komunitas internasional.
"Oleh karena itu, sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (UNSC), Jerman akan mengupayakan tercapainya reformasi PBB, termasuk keterwakilan kawasan yang lebih berimbang," tandas Westerwelle.
Terkait dengan Indonesia, Westerwelle menyampaikan belasungkawa atas terjadinya bencana alam, yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda.
Mengenai ASEAN, Westerwelle menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Indonesia, ASEAN akan menunjukkan kemajuan pesat menuju Komunitas ASEAN.
Sementara itu Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran Menlu Westerwelle merupakan bukti peran penting Asia Pasifik bagi Jerman.
Menurut Dubes, kawasan Asia Pasifik diyakini oleh banyak pihak akan menjadi the economic powerhouse of the world, di samping dengan keberagamannya berperan sebagai agen perubahan positif dan harmoni.
"Dalam kaitan itu Indonesia selalu berusaha semaksimal mungkin untuk berkontribusi secara positif dan konstruktif dalam pembentukan arsitektur kawasan yang damai dan harmonis," demikian Dubes.
Acara Working Luncheon para Duta Besar Asia Pasifik di Wisma Dubes RI, Berlin, dihadiri 18 Dubes, 3 Kuasa Usaha Ad Interim dan 2 Wakil Kepala Perwakilan Kedubes Asia Pasifik, Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman dan 4 pejabat Kemlu Jerman lainnya.
(es/es)











































