Hal itu menyebabkan disejumlah daerah seperti di Situbondo, Bondowoso Jawa Timur dan Madura mulai terjadi kelangkaan pasokan premium karena tingginya permintaan di Hari Raya Idul Adha. Untuk mengatasi hal itu, Pertamina sejak kemarin telah menambah pasokan premium hingga 18% dari konsumsi premium rata-rata nasional.
"Mulai kemarin kita lepas 18% dari kondisi normal," kata VP Komunikasi PT Pertamina M. Harun di Hotel Millenium, Kamis (18/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus untuk Batam kita tambahkan 48%, karena permintaan lebih tinggi disana," katanya.
Ia menambahkan, Pertamina sebelumnya telah mendapatkan perintah dari pemerintah melalui BPH Migas untuk melakukan penghematan. Namun kenyataannya permintaan masyarakat terhadap premium maupun solar masih tinggi, khususnya dalam kasus kelangkaan di Madura, Situbondo dan Bondowoso.
"Memang kalau masyarakat Madura itu mudiknya saat Idul Adha," katanya.
Untuk kesekian kalinya, ia meminta kepada BPH Migas segera memberikan kepastian kepada Pertamina, soal alokasi tambahan kuota BBM bersubsidi tahun 2010. Jika tidak pada awal Desember premium bersubsidi akan habis bahkan solar pada pertengahan November ini sudah habis.
"Yang menjadi kekecewaan kami, kenapa tak dibicarakan sejak awal. Karena sejak awal pasti over (melebihi kuota 36,5 juta KL)," serunya.
Menurut hitungan BPH Migas proyeksi konsumsi BBM bersubsidi sampai akhir tahun akan menembus 40,1 juta KL mencakup 13,1 juta KL solar, 3,8 juta KL karosene dan 23,2 juta KL premium. Sementara alokasi kuota BBM subsidi tahun 2010 berdasarkan APBN totalnya hanya mencapai 36,5 juta KL, meliputi 11,2 juta KL sollar, 3,8 juta KL karosene dan 21,45 juta KL premium.
Berdasarkan data realisasi penyaluran BBM PSO Januari hingga Oktober 2010 yang dilansir BPH Migas adalah:
- Premium: 18.948.335 KL (88,57% APBN)
- Kerosin/minyak tanah: 2.009.770 KL (52,89% APBN)
- Solar: 10.668.196 KL (95,30% APBN).
(hen/qom)











































