VP Komunikasi PT Pertamina (Persero) M. Harun mengatakan diakhir tahun ini tren harga minyak dunia menunjukan kenaikan, kondisi ini berbanding lurus dengan harga BBM non-subsidi (pertamax) yang akan dijual perseroan.
Harun menuturkan dua penyebab mengapa harga minyak dunia bergejolak di akhir tahun karena adanya permintaan yang tinggi terhadap minyak bumi menjelang musim dingin di belahan Bumi bagian utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua komponen ini yang menjadi penentu faktor harga minyak dunia," kata Harun disela-sela acara Seminar BBM subsidi dan BBM non subsidi di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (18/11/2010).
Dikatakannya, jika melihat kondisi di dalam negeri, khususnya terkait serapan penjualan Pertamax, diperkirakan akan terjadi sedikit penurunan permintaan. Menurutnya, masyarakat Indonesia masih sangat sensitif terhadap perubahan harga.
"Mudah-mudahan tidak (turun), tapi pengalaman kita, kita perkirakan ada sedikit turun karena harganya naik," katanya.
Meski ia menuturkan jika mengaca pada konsumsi Pertamax sejak awal tahun 2010 justru menunjukan tren kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 rata-rata konsumsi Pertamax secara nasional masih 1900-2000 KL per hari, namun kini sudah mencapai 2300 KL per hari.
"(Kenaikan harga minyak) kita anggap faktor yang kurang mendukung upaya kita (masyarakat beralih ke BBM non subsidi)," katanya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar minat dan kesadaran masyarakat terhadap BBM non bisa tetap dipertahankan. Diantara dengan mencoba mengerem kenaikan Pertamax di pertengahan November 2010.
"Periode November kedua (2010) kita tahan (tak menaikan harga)," katanya.
(hen/qom)











































