Kepala BPS Rusman Heriawan menilai potensi inflasi di November masih terjadi. Karena harga beras memberikan kontribusi cukup besar pada inflasi masih menunjukkan tren kenaikan.
"Dalam 3 minggu ini beras masih ada kenaikan, walaupun isu impor berasnya terjadi tapi itu kan untuk cadangan pemerintah. Kalau beras turun kemungkinan deflasinya ada," ujar Rusman saat ditemui di Gedung Bank Indonesia (BI), MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang perlu kita lihat adalah minyak goreng, membaiknya harga CPO dunia, jadi produsen CPO senang ekspor CPO-nya. Bahan baku dalam negeri terganggu," jelasnya.
Sedangkan untuk komoditas lainnya, Rusman menilai harganya masih dalam level nyaman. Begitupun dengan adanya Idul Adha, tidak memberikan tekanan yang besar terhadap inflasi karena hanya berlangsung sehari.
"Cabai merah, cabai rawit masih nyaman. Walaupun ada Idul Adha tapi itu shock hanya 1 hari saja," ujarnya.
Oleh karena itu, Rusman memperkirakan inflasi bulan ini akan sangat rendah. Bahkan, dia menyebutkan inflasi bisa di bawah 0,1%.
"November saya kira inflasi, tapi kalaupun ada inflasi masih dilihat inflasi yang normal, bulan ini inflasi yang rendah, paling nyaman sebelum natal dan tahun baru. Kalau di bawah 0,06% seperti bulan lalu sepertinya tidak mungkin karena sama saja zero, tapi kalau mau dibilang di bawah 0,1% lah," tandasnya.
(nia/dnl)











































