Rupiah Terus Menguat, RI Waspada Kebanjiran Barang Impor

Rupiah Terus Menguat, RI Waspada Kebanjiran Barang Impor

- detikFinance
Kamis, 18 Nov 2010 18:12 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi terus menerus sampai saat ini akan mengkhawatirkan dalam jangka panjang. Indonesia bakal kebanjiran barang-barang impor dan ekspor melambat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/11/2010).

"Dalam jangka pendek apresiasi ini memang positif, harga murah, lebih friendly, tidak ada tekanan," ujarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pemerintah harus mewaspadai dampak apresiasi tersebut untuk jangka panjang karena mampu memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Kita mengantisipasi yang sifatnya jangka panjang. Nanti menganggu juga karena mengganggu pencapaian perekonomian yang tinggi. Nanti akan menghambat ekspor, banjir barang impor," jelasnya.

Sampai saat ini, lanjut Rusman, BPS belum melihat dampak negatif dari apresiasi rupiah tersebut. Kenyamanan akibat penguatan rupiah ini akan dirasakan hingga akhir tahun ini.

"Kalau sampai akhir tahun kan tinggal 2 bulan lagi, tandanya masih jangka pendek jadi belum melihat (dampak negatif dari penguatan rupiah)," ujarnya.

Namun jika dibiarkan rupiah terapresiasi terus-menerus, lanjut Rusman, dampak jangka panjang akan terasa. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengelola apresiasi rupiah tersebut supaya tidak menganggu perekonomian.

Caranya dengan mempertahankan ekspor dan mengurangi impor, seperti yang disampaikan Presiden AS Barack Obama saat kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

"Obama kan waktu itu sempat mengatakan akan melipatgandakan ekspor dan membatasi impor. Nah, berkepentingan kita atas warning Amerika tersebut," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads