Rekonstruksi Wasior dan Mentawai Dimulai Tahun Depan

Rekonstruksi Wasior dan Mentawai Dimulai Tahun Depan

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2010 16:23 WIB
Jakarta - Rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana Wasior dan Mentawai akan dilaksanakan pada tahun 2011 dan akan memakan waktu satu tahun hingga 2012. Pemerintah akan segera mengesahkan cetak biru aksi tersebut dalam waktu dekat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas menyatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan cetak biru rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi Wasior dan Mentawai. Untuk Wasior, Armida menyatakan cetak biru rehabilitasi dan rekonstruksi sudah selesai dan akan dilaporkan kepada Wakil Presiden pada minggu depan.

"Wasior ini sudah bisa dilaporkan ke Wapres awal minggu depan dan kami bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melibatkan Kementerian terkait, seperti PU, Menarkertrans," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (19/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk Mentawai, Armida menyatakan pihaknya akan menyelesaikan cetak biru untuk kedua tahap tersebut pada akhir bulan ini, sehingga pada awal tahun pemerintah sudah bisa memulai tahap rekonstruksi dan rehabilitasi kedua wilayah yang terkena bencana tersebut.

"Mentawai minggu depan akan ada rapat di Pemda sana. Kami, BNPB, UK4, dan Kementerian terkait. Akhir bulan November ini selesai. Sehingga bisa mulai 2011 hingga 2012," ujarnya.

Dalam master plan tersebut, Armida menyatakan sudah terdapat anggaran yang diperlukan tidak hanya untuk pembangunan sarana dan prasarana melainkan juga pembangunan penghidupan di kedua wilayah itu.

"Master plan-nya komprehensif. Tidak hanya membagun sarana dan prasarana pengganti yang rusak tapi juga penghidupan. Baik di daerah yang baru atau yang lama yang jelas dari di tempati aman, dan dari segi penghidupan bisa lebih baik," jelasnya.

Namun, Armida masih enggan menyebutkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut. Pasalnya, dirinya belum melapor kepada Wakil Presiden.

"Ya nanti lah, kan belum dilaporkan," sanggahnya.

Sedangkan untuk Merapi, lanjut Armida, pihaknya belum mendapatkan arahan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi karena masih dalam tahap tanggap darurat.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads