Masyarakat Masih Doyan Nikmati BBM Subsidi

Masyarakat Masih Doyan Nikmati BBM Subsidi

- detikFinance
Sabtu, 20 Nov 2010 10:32 WIB
Jakarta - Pemerintah tampaknya masih kelimpungan untuk menekan konsumsi BBM bersubsidi. Di tahun ini, pemerintah terpaksa mengusulkan penambahan kuota atau jatah BBM bersibsidi karena jumlah konsumsi yang meningkat.

Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Tubagus Haryono mengatakan, sekalipun sudah dilakukan penataan pendistribusian BBM subsidi, namun permintaannya meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor dan membaiknya perekonomian negara.

"Karena itu diperlukan tambahan alokasi Premium dan Solar," kata Tubagus kepada detikFinance, Sabtu (20/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Tubagus, pada bulan November dan Desember ini akan ada kevcenderungan peningkatan konsumsu BBM sehubugan dengan hari besar keagamaan dan libur akhir tahun.

Pemerintah dalam hal ini BPH Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kemenkeu, dan Pertamina mengajukan penambahan kuota BBM subsidi kepada DPR. Pemerintah meminta penambahan kuota premium sebanyak 1.675.769 kiloliter (KL) dan Solar sebanyak 1.609.188 KL, serta pengurangan kuota minyak tanah sebanyak 1.410.235 KL.

Jika penambahan ini disetujui DPR, maka kuota BBM bersubsidi di 2010 secara keseluruhan akan mencapai:

  • Premium 23.129.873 KL
  • Minyak Tanah 2.389.765 KL
  • Solar 12.859.863 KL
Sehingga totalnya nanti menjadi 38.379.501 KL. "Angka ini akan kami laporkan kepada Menteri ESDM dan tembusannya kepada Menteri Keuangan, untuk selanjutnya diajukan kepada DPR RI melalui Menteri ESDM untuk dimintakan persetujuan," kata Tubagus.

Penambahan kuota ini dilakukan agar pemerintah bisa terus menjamin pasokan BBM subsidi. Namun juga tetap meminta Pertamina terus melakukan upaya pengendalian konsumsinya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads