Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Tubagus Haryono mengatakan, sekalipun sudah dilakukan penataan pendistribusian BBM subsidi, namun permintaannya meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor dan membaiknya perekonomian negara.
"Karena itu diperlukan tambahan alokasi Premium dan Solar," kata Tubagus kepada detikFinance, Sabtu (20/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah dalam hal ini BPH Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kemenkeu, dan Pertamina mengajukan penambahan kuota BBM subsidi kepada DPR. Pemerintah meminta penambahan kuota premium sebanyak 1.675.769 kiloliter (KL) dan Solar sebanyak 1.609.188 KL, serta pengurangan kuota minyak tanah sebanyak 1.410.235 KL.
Jika penambahan ini disetujui DPR, maka kuota BBM bersubsidi di 2010 secara keseluruhan akan mencapai:
- Premium 23.129.873 KL
- Minyak Tanah 2.389.765 KL
- Solar 12.859.863 KL
Penambahan kuota ini dilakukan agar pemerintah bisa terus menjamin pasokan BBM subsidi. Namun juga tetap meminta Pertamina terus melakukan upaya pengendalian konsumsinya.
(dnl/dnl)











































