Pertamina: Stok Premium Terjaga Untuk 18 Hari

Pertamina: Stok Premium Terjaga Untuk 18 Hari

- detikFinance
Sabtu, 20 Nov 2010 18:15 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan stok premium pada hari ini masih tersedia sebanyak 1,15 juta kiloliter (KL) dan bisa memenuhi konsumsi masyarakat selama 18 hari. Meski stok ini diprediksi cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat selama 18 hari, namun Pertamina menyatakan stok aman.

Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina M. Harun dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu (20/11/2010).

Harun mengatakan, saat ini Pertamina menambah pasokan BBM bersubsidiΒ  dan non subsidi ke beberapa daerah yang mengalami kenaikan permintaan cukup signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penambahan stok BBM subsidi dan non subsidi ini didukung oleh kondisi stok BBM Pertamina yang berada di level aman," ujar Harun.

Stok BBM bersubsidi Pertamina pada 20 November 2010 tercatat sebanyak 3,29 juta KL atau setara dengan ketahanan selama 22 hari. Stok tersebut terdiri dari Premium 1,15 juta KL (18 hari), Minyak Tanah 457 ribu KL (51 hari), dan Solar 1,68 juta KL (21 hari).

Wilayah yang mengalami permintaan BBM signifikan adalah di sekitar Jawa Timur dan Madura, pasokan BBM bersubsidi ditambah hingga 18% dari kondisi normal. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan yang meningkat terutama saat Idul Adha 1431 H, dimana sebagian besar warga Jawa Timur dan Madura berpulang kampung.

Sementara di wilayah lainnya, terutama di kota-kota besar, Pertamina juga menambah pasokan Bahan Bakar Khusus (BBK) seiring kenaikan permintaan masyarakat yang didorong kesadaran menggunakan BBM non subsidi.

Stok Bahan Bakar Khusus (BBK) Pertamina seperti Pertamax mencapai 140 ribu KL (31 hari), Pertamax Plus 26 ribu KL (91 hari), Avtur 274 ribu KL (28 hari), dan MFO 300 ribu KL (25 hari).

Sebagai operator, Pertamina menyalurkan BBM subsidi sesuai dengan quota yang diberikan BPH Migas sebagaimana ditetapkan Pemerintah dan DPR. Untuk 2010,meski diperkirakan akan melampaui quota 36,5 juta KL, Pertamina tetap menyalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Hal ini mengingat dimungkinkannya penambahan quota oleh BPH Migas yg akan dibicarakan bersama sama antara Pemerintah dan DPR.

Di sisi lain, Pertamina terus mengupayakan BBM non subsidi tetap tersedia di masyarakat sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan bahan bakar.

Upaya mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM non subsidi sudah mulai menunjukkan hasilnya, terlihat dari kenaikan penjualan BBK seperti Pertamax dan Pertamax Plus dalam beberapa bulan belakangan.

"Pertamina mengharapkan peran serta masyarakat untuk tidak panik dan hanya mengonsumsi BBM seperlunya saja," tutup Harun.
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads