Delegasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa. Mereka terdiri dari pengusaha dari berbagai bidang usaha, mulai dari perdagangan, infrastruktur, manufaktur, pendidikan, sampai waralaba.
"HIPMI akan mengeksplorasi secara B to B (business to business) kemungkinan peningkatan perdagangan Indonesia dan Amerika usai kedatangan Presiden Obama lalu,” ujar Erwin Aksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap HIPMI bisa bawa banyak bisnis dan investasi dari Amerika ke Indonesia," tegas Erwin.
Ketua Panitia HIPMI-US Trade Mission Aidil Hakim mengatakan, misi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Amerika Serikat (Kedutaan Besar Amerika di RI) dan Departemen Luar Negeri RI.
Aidil mengatakan, setelah kedatangan Presiden Barack Obama, hubungan dagang Indonesia dan RI makin bergairah. Hal itu terlihat dari kian dipermudahnya dalam urusan visa bagi pengusaha ke Amerika Serikat.
"Setelah 11/9 memang kita banyak mengalami kesulitan, bahkan Menteri pun tidak gampang dapat visa, tapi sekarang hubungan RI dan Amerika makin mesra dan anggota-anggota HIPMI yang ada urusan bisnis ke Amerika tidak kesulitan lagi," tegas Aidil.
Di Amerika, kata Aidil, HIPMI juga akan diterima oleh pejabat Kementerian Perdagangan Amerika Serikat, petinggi Bank Dunia yakni Managing Director yang juga mantan menteri keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan pejabat-pejabat di Wall Street.
Data HIPMI Research Center menunjukan, nilai ekspor RI ke berbagai negara dari September 2010 mencapai US$ 12,08 miliar atau mengalami penurunan sebesar US$ 12,02% dibanding Agustus 2010. Bila dibandingkan dengan September 2009 memang mengalami peningkatan sebesar 22,70%. Ekspor nonmigas September 2010 mencapai US$10,13 miliar, turun 13,66 % dibanding Agustus 2010, sedangkan dibanding ekspor September 2009 meningkat 25,18 %.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2010 mencapai US$110,81 miliar atau meningkat 38,27% dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$91,83 miliar atau meningkat 34,89%.
"Dari jumlah itu, kontribusi ekspor ke AS baru mencapai 10,55% dari total ekspor non migas ke-12 negara tujuan.Ini perlu peningkatan kerjasama B to B," kata Erwin.
(qom/qom)











































