Kepala Staff SPBU di wilayah Cibubur, Kecamatan Ciracas, Ade Kurnia mengatakan sejauh ini pasokan premium terus berjalan. Jika stok premium habis, tidak perlu menunggu waktu lama untuk kiriman stok berikut datang
Meskipun ia mengetahui tentang rencana pembatasan BBM subsidi tahun depan, namun untuk waktu sekarang belum terlihat penerapannya di SPBUnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskannya, konsumsi premium di SPBU tempat ia bekerja memang masih banyak yang membeli. Akan tetapi, disadari olehnya pula bahwa penggunaan pertamax mulai meningkat di tempatnya.
"Sejauh pantauan saya selama beberapa waktu ke belakang, orang-orang kalau mau isi bensin sudah mulai banyak yang membeli Pertamax," jelasnya.
Ia memperkirakan sejauh ini pemakaian pertamax (BBM non subsidi) di tempatnya meningkat sekitar 20-30% dari seperti biasanya.
"Enggak mobil, enggak motor, sudah banyak yang membeli pertamax kalau saya lihat," kata Adi.
Seperti diketahui, jatah BBM bersubsidi di bulan November ini hampir mencapai jatah untuk keseluruhan tahun 2010 yang sebanyak 3,65 juta kiloliter. Menurut hitungan BPH Migas proyeksi konsumsi BBM bersubsidi sampai akhir tahun akan menembus 40,1 juta KL mencakup 13,1 juta KL solar, 3,8 juta KL karosene dan 23,2 juta KL premium. Sementara alokasi kuota BBM subsidi tahun 2010 berdasarkan APBN totalnya hanya mencapai 36,5 juta KL, meliputi 11,2 juta KL sollar, 3,8 juta KL karosene dan 21,45 juta KL premium.
Berdasarkan data realisasi penyaluran BBM PSO Januari hingga Oktober 2010 yang dilansir BPH Migas adalah:
- Premium: 18.948.335 KL (88,57% APBN)
- Kerosin/minyak tanah: 2.009.770 KL (52,89% APBN)
- Solar: 10.668.196 KL (95,30% APBN).
Pertamina memastikan stok BBM nya lebih dari cukup. Stok BBM bersubsidi Pertamina pada 20 November 2010 tercatat sebanyak 3,29 juta KL atau setara dengan ketahanan selama 22 hari. Stok tersebut terdiri dari Premium 1,15 juta KL (18 hari), Minyak Tanah 457 ribu KL (51 hari), dan Solar 1,68 juta KL (21 hari).
(qom/qom)











































