Beras Buatan Jadi Alternatif Diversifikasi Pangan

Beras Buatan Jadi Alternatif Diversifikasi Pangan

- detikFinance
Selasa, 23 Nov 2010 15:10 WIB
Jakarta - Saat ini pemerintah tengah dipusingkan dengan besarnya kebutuhan beras nasional, dan sulit mengubah budaya makan nasi masyarakat Indonesia. Beras buatan bisa menjadi alternatif bagus untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap nasi.

Apa sih beras buatan itu? Menurut Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Fransiscus Welirang, beras buatan merupakan campuran dari sumber karbohidrat lain non nasi, seperti umbi-umbian dan gandum.

Memang selama ini, nasi masih menjadi sumber karbohidrat utama. Porsi nasi sebagai makanan pokok persentasenya mencapai 78%. Baru kemudian disusul gandum sebanyak 17%, dan sisanya umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini umbi-umbian masih sebagai kudapan (cemilan), jumlahnya hanya 5%. Kan bisa saja ini ditepungkan, kemudian dicampur dengan gandum. Porsinya misal 30% umbi sisanya gandum, terus dicetak jadi beras buatan," ungkap Fransiskus di Plasa Aldiron, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Selasa (23/11/2010).

Nah, jika ingin ragam karbohidrat ingin disetarakan, lanjutnya, pemerintah harus memiliki kemauan politik (political will) berupa perbebasan pajak. Bukan hanya pemerintah, juga DPR.

Kemauan politik yang dimaksud adalah pembebasan pajak berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh). "PPh berupa tax holiday. PPN juga bebas. Jadi semangat. Umbi-umbian ditepungkan itu harus bebas pajak. Waktu dicetak, juga bebas pajak," paparnya.

Namun, Fransiscus juga mengakui penerapan ide ini tidak bisa berlangsung singkat. Butuh waktu sekitar 5-6 tahun, dimana ada komposit varian tepung yang lebih besar dari umbi-umbian.

"Kalau hal ini tidak dilakukan, kita akan sama saja sampai 20 tahun ke depan, dengan nasi masih menjadi menu utama," imbuhnya.

(wep/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads