Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung R. Prabowo selaku pemimpin konsorsium mengatakan dengan adanya pembangunan JSS maka bukan hanya mendorong ekonomi Indonesia namun juga sebagai kebanggan bangsa Indonesia.
"Banyak yang bilang kalau itu proyek mimpi, betul. Kalau tak didahului mimpi dahulu bagaimana?," kata Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan dikatakan mimpi itu suatu yang buruk, kalau mimpi hanya mimpi itu buruk, tapi kalau mimpi dengan usaha itu namanya visi," ucap Agung.
Ia juga mengatakan jika mengaca dengan pengalaman China mengapa China bisa begitu maju secara pesat, kuncinya adalah pembangunan infrastruktur yang lebih diutamakan oleh negeri Tirai Bambu tersebut. Kini China juga sudah mampu membuktikan mampu membangun salah satu jembatan terpanjang di dunia.
"Bangsa Amerika juga dengan mimpi pada awalnya," katanya.
Dikatakannya mulai dari saat ini seluruh pihak harus mempersiapkan diri dari rencana mega proyek yang konon akan menelan Rp 100 triliun ini. Setidaknya ia mengharapkan pengembangan pabrik baja dan semen di kawasan Selat Sunda harus sudah dimulai dari sekarang.
"Yang terpenting juga menyiapkan sumber daya manusia," katanya.
Sementara itu dari sisi konsorsium, pihaknya tengah terus menjajaki kerjasama dengan para investor termasuk investor asing. Sampai saat ini, lanjut dia, sudah banyak investor yang mengantri untuk bekerjasama membangun JSS terutama dari China.
"Palinng banyak dari China karena memang mereka didorong oleh pemerintahnya. Yang kelihatannya serius ada 4-5 perusahaan," katanya.
Ia menjelaskan berminatnya China masuk ke proyek JSS tidak terlepas dari persepsi bahwa Indonesia menjadi negara yang strategis. Secara makro, jika Indonesia tumbuh ekonominya karena JSS maka daya beli masyarakat Indonesia terus tinggi sehingga menjadi pasar yang menjanjikan bagi China.
Seperti diketahui proyek JSS yang akan menelan dana kurang lebih Rp 100 triliun akan dibangun dengan konsep Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Jembatan yang akan membentang sepanjang 30 Km ini rencananya akan mulai ditender di 2013 dilanjutkan dengan konstruksi awal 2014 dengan lama pembangunan 8-10 tahun.
(hen/ang)











































