Investor juga masih mendapatkan momentum untuk berburu emas akibat krisis di Irlandia, meski Uni Eropa dan IMF sudah sepakat menolong negara tersebut.
Mengawali perdagangan Selasa (23/11/2010), harga emas sempat diperdagangakan melemah karena tekanan jual sehubungan dengan berakhirnya opsi pada harga US$ 1.370 per ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga emas melonjak karena isu sovereign risk, kekhawatiran seputar Irlandia dan konflik Korut-Korsel, yang memicu investor untuk membeli emas dan dolar AS secara bersamaan. Dan itulah mengapa tingkat imbal hasil hasil obligasi pemerintah AS melemah," ujar James Steel, kepala analis komoditas HSBC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/11/2010).
Pada perdagangan Selasa (23/11/2010), harga emas berjangka naik hingga 1,5% menjadi US$ 1.377,60, dengan volume perdagangan lebih tinggi dari rata-rata. Sementara harga emas di pasar spot meningkat 0,7% ke level US$ 1,375 per ounce.
Pialang bank dari Eropa melaporkan perdagangan opsi yag besar pada harga US$ 1.370 per ounce, yang mendindikasikan banyaknya aksi jual pada level tersebut. Para pialang mengatakan, tekanan jual hulang setelah opsi tersebut berakhir.
Harga perak juga ikut melonjak hingga 1,2% menjadi US$ 27,48 per ounce akibat perdagangan berjangka tidak biasa yang cukup aktif. Volume perdagangan perak berjangka di COMEX mencapai 135.000, yang merupakan rekor harian paling aktif.
Sepanjang tahun ini, harga perak tercatat sudah melonjak hingga 64%, sementara emas melonjak hingga 26%. Dengan lonjakan yang tidak berimbang itu, maka rasio emas terhadap perak kini kurang dari 50%, yang merupakan terendah sejak Maret 2008.
(qom/qom)











































