"Untuk salak ini kalau tidak diselamatkan dalam jangka waktu 15 hari maka mereka akan mati," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI mengenai dana penanggulangan bencana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Untuk itu, Syamsul berinisiatif melakukan tindakan cepat dengan menggunakan dana tanggap darurat. Dana yang disalurkan untuk itu sebesar Rp 15 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Syamsul, pihaknya telah mengalirkan dana sebesar Rp 87 miliar untuk korban erupsi Merapi. Sejumlah Rp 500 juta berupa uang. Sedangkan selebihnya, berupa kebutuhan yang diperlukan para korban dan relawan.
"Ada pengadan peralatan sekolah. Kodam 4 Diponegoro, ini untuk bensin. Polda DIY diberikan, Polda Jateng, Pusat vulkanologi, Kemenkes untuk pelayanan posko sosial, makanan siap saji," jelasnya.
Sedangkan untuk hunian sementara, lanjut Syamsul, pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp 20 miliar dan Rp 25 miliar guna perbaikan darurat jebolnya tanggunl termasuk pengerukan sungai.
(nia/qom)










































