ToniJack's Cabut dari Sarinah, McDonald's Berani Sewa Lebih Mahal

ToniJack's Cabut dari Sarinah, McDonald's Berani Sewa Lebih Mahal

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 25 Nov 2010 14:15 WIB
ToniJacks Cabut dari Sarinah, McDonalds Berani Sewa Lebih Mahal
Jakarta -

Pengelola pusat perbelanjaan Sarinah menyatakan McDonald's (McD) berani membayar sewa cukup tinggi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan ToniJack's. Masuknya McD juga merupakan hasil tender yang sudah digelar oleh PT Sarinah.

"Kita sudah ada beauty contest (lelang) dan banyak yang nawar juga untuk tempat (spot bekas ToniJack's) itu. McD sudah ngasih harga yang sangat bagus," ujar Direktur Utama Sarinah Jimmy M. Rifai Gani saat dihubungi detikFinance, Kamis (25/11/2010).

Dengan pengalihan sewa ke McD tersebut, Jimmy membantah pihaknya lebih pro kepada waralaba asing. Menurutnya, pemilihan McD sebagai penyewa setelah ditinggalkan ToniJack's sudah melewati tender dan keputusan tersebut murni bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu tender itu (waralaba) lokal juga banyak yang ikut nawar. Tetapi kan pada akhirnya ya bisnis juga karena kita juga kan ada target," imbuhnya.

Seperti diketahui, sebanyak 10 gerai Tonijack's sudah tutup termasuk yang paling fenomenal di pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sementara 3 gerai ToniJack's lainnya yang masih beroperasi di antaranya di Bandara Soekarno Hatta, Kelapa Gading, dan Surabaya.

Kemarin, Sedikitnya 209 mantan karyawan restoran siap saji ToniJack's yang menjadi anggota Serikat Pekerja (SP) berdemo di depan markas Polda Metro Jaya. Mereka menuntut agar pimpinan perusahaan ToniJack's membayar tunjangan Jamsostek.

ToniJack's didirikan oleh pengusaha Bambang Rachmadi setelah berkonflik dengan McDonald's.Bambang pernah mengelola restoran McDonald's bersama McDonald's Corp melalui PT Bina Nusa Rama (BNR). Kepemilikan PT Rezeki Murni (PT RM) milik Bambang di BNR hanya 10% sementara sisanya dikuasai International Development Services (IDS) yang berafiliasi dengan McD Corp. BNR mengelola 97 gerai McDonald's di Indonesia.

Selain lewat BNR, Bambang melalui PT Ramako Gerbang Mas juga mengelola 13 gerai McDonald's di Indonesia sejak tahun 1991.

Konflik pun mencuat kala BNR tiba-tiba mengumumkan penjualan seluruh asetnya, yaitu 97 gerai restoran ke anak usaha Grup Sosro, yaitu PT Rekso Nasional Food. Bambang mengaku tidak pernah menyetujui penjualan aset itu ke Grup Sosro.

Konflik dengan McDonald's ini terjadi tak lama berselang setelah Bank IFI miliknya dilikuidasi oleh pemerintah akibat kekurangan modal. Sementara BNR yang telah dijual asetnya kini masih menyisakan utang sebesar US$ 150 juta atau Rp 1,5 triliun.

Bambang pun mengajukan gugatan kepada McDonald's Corp senilai US$ 105 juta atas kerugian material dan imaterial berkaitan dengan penjualan 97 aset itu. Pada awal Oktober 2009, Bambang memutuskan untuk menyulap 13 gerai McD yang dimilikinya menjadi ToniJack's.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads