Usaha Lesu, Kontrak ToniJack's di Sarinah Putus di Tengah Jalan

Usaha Lesu, Kontrak ToniJack's di Sarinah Putus di Tengah Jalan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 25 Nov 2010 14:46 WIB
Usaha Lesu, Kontrak ToniJacks di Sarinah Putus di Tengah Jalan
Jakarta -

Kontrak ToniJack's di Pusat Perbelanjaan Sarinah berhenti di tengah jalan. Melihat kesempatan itu, akhirnya McDonald's memutuskan untuk mengambil lahan yang kosong tersebut.

Direktur Utama Sarinah Jimmy M. Rifai Gani mengungkapkan, pihaknya sempat memberi waktu kepada ToniJack's untuk memperbaiki diri. Namun, manajemen ToniJack's menyatakan tidak sanggup meneruskan usahanya dan akhirnya gerai tersebut ditutup.

"Kontraknya belum habis. Jadi putus di tengah jalan. Saya tanya kalau tempatnya ditawarkan ke pihak lain bagaimana? Mereka bilang tidak masalah," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Kamis (25/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah ToniJack's menyatakan ketidaksanggupannya, Sarinah kemudian menawarkan gerai kosong tersebut ke sejumlah waralaba lokal. Namun, hingga lama berselang tidak ada satupun waralaba lokal bisa memenuhi kriteria yang diberikan Sarinah.

"Karena sudah lama kosong kan tidak bisa dikembangkan lagi. Akhirnya kita buka beauty contest dan McD memberi harga yang menarik," ujarnya.

Jimmy menambahkan, Sarinah bisa menderita kehilangan pendapatan jika gerai tersebut dibiarkan kosong terlalu lama. Selain itu, posisinya yang menghadap langsung ke jalan protokol MH Thamrin juga terlihat tidak elok dengan dibiarkan kosong.

"Terlihat jelek di mata orang-orang kalau dibiarkan kosong, dan bisa ngaruh ke pendapatan kita juga," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 10 gerai Tonijack's sudah tutup termasuk yang paling fenomenal di pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sementara 3 gerai ToniJack's lainnya yang masih beroperasi di antaranya di Bandara Soekarno Hatta, Kelapa Gading, dan Surabaya.

Kemarin, Sedikitnya 209 mantan karyawan restoran siap saji ToniJack's yang menjadi anggota Serikat Pekerja (SP) berdemo di depan markas Polda Metro Jaya. Mereka menuntut agar pimpinan perusahaan ToniJack's membayar tunjangan Jamsostek.

ToniJack's didirikan oleh pengusaha Bambang Rachmadi setelah berkonflik dengan McDonald's.Bambang pernah mengelola restoran McDonald's bersama McDonald's Corp melalui PT Bina Nusa Rama (BNR). Kepemilikan PT Rezeki Murni (PT RM) milik Bambang di BNR hanya 10% sementara sisanya dikuasai International Development Services (IDS) yang berafiliasi dengan McD Corp. BNR mengelola 97 gerai McDonald's di Indonesia.

Selain lewat BNR, Bambang melalui PT Ramako Gerbang Mas juga mengelola 13 gerai McDonald's di Indonesia sejak tahun 1991.

Konflik pun mencuat kala BNR tiba-tiba mengumumkan penjualan seluruh asetnya, yaitu 97 gerai restoran ke anak usaha Grup Sosro, yaitu PT Rekso Nasional Food. Bambang mengaku tidak pernah menyetujui penjualan aset itu ke Grup Sosro.

Konflik dengan McDonald's ini terjadi tak lama berselang setelah Bank IFI miliknya dilikuidasi oleh pemerintah akibat kekurangan modal. Sementara BNR yang telah dijual asetnya kini masih menyisakan utang sebesar US$ 150 juta atau Rp 1,5 triliun.

Bambang pun mengajukan gugatan kepada McDonald's Corp senilai US$ 105 juta atas kerugian material dan imaterial berkaitan dengan penjualan 97 aset itu. Pada awal Oktober 2009, Bambang memutuskan untuk menyulap 13 gerai McD yang dimilikinya menjadi ToniJack's.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads