Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
"Pada dasarnya pemerintah itu tidak ingin terus-menerus menurunkan subsidi ke masyarakat yang mampu. Pemilik mobil kita anggap middle yang sebenarnya bisa tidak menggunakan. Jadi yang plat hitam itu. Opsi itu kita sudah pilih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hidayat mengatakan dampak pembatasan konsumsi BBM bersubsidi ini terhadap sektor industri hanya sementara saja.
"Pasti ada pengaruhnya pada industri, tapi mudah-mudahan nggak lama,
Untuk itu, jika memang opsi tersebut yang diambil pemerintah dan maka Hidayat menyatakan dirinya akan melakukan sosialisasi kepada pihak industri.
"Industri sudah ikut rapat, nanti kita akan bicarakan ke parlemen, nanti opsi yang diambil alih parlemen juga, disetujui parlemen, nanti saya yang akan bicara dengan industrinya dan kalau ada pengaruhnya terhadap demand, itu hanya sebentar," tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(nia/dnl)










































