"Dunia sedang melihat karena ini dua spektakuler, jembatan suspensi yang melewati palung 150 meter. Kita maunya nanti itu seperti Golden Gate Bridge dan Sydney Harbour Bridge. Sekarang kita sudah ada (jembatan) Suramadu," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Menurut Hermanto, saat ini proyek tersebut masih masuk dalam tahapan konsep feasibility study. Tahun depan, diharapkan feasibility study tersebut bisa bergerak ke lapangan sehingga pembangunannya dapat dimulai pada tahun 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depannya, pembangunan JSS ini dapat menggunakan teknologi paling mutakhir dan dapat memberdayakan lingkungan di sekitar jembatan.
"Jembatan Selat Sunda ini selain menyambungkan, ombak yang ada di laut dapat dimanfaatkan untuk energi juga, angin juga. Pariwisata juga bisa tumbuh. Supaya mandiri sebagai landmark," ujarnya.
Mengenai pembiayaan, Hermanto belum bisa memberikan angka pasti terkait pembangunannya karena akan ada perubahan seiring dengan berlangsungnya feasibility study tersebut. Yang jelas, skema pembiayaannya dengan memanfaatkan pihak swasta walaupun pemerintah tetap akan mendorong pembangunannya.
"Kita maksimalkan swasta. Memang tidak bisa 100% dari pemerintah. Angkanya belum pasti apa yang harus dilakukan. Karena ada palung kalau bentang panjang akan mahal. Kereta api di selat Sunda kalau dibangun jalan 29 km, kereta api tidak dimasukkan di sini, nanti bangun lagi nanti akan lebih mahal. PU mendukung pembebasan lahan yang untuk jalan ke bandara sudah semua. Kalau rel di Kemenhub," tandasnya.
(nia/dnl)











































