Gubernur BI Darmin Nasution mengungkapkan penurunan target inflasi di 2012 tersebut memerlukan perjuangan khusus.
"Dua tahun lagi target inflasi kita turun dari 5% plus minus 1% menjadi 4,5% plus minus 1%, walaupun itu bisa namun itu tidak mudah," ujar Darmin di sela acara penandatangan MoU BI dengan BPS di Kantor Bank Indonesia, Bandung, Jumat (26/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurunkan inflasi dari 12% ke 7% tersebut bukan hal sulit dulu, tapi dari 5,5% ke 4,5% itu sulit dan butuh perjuangan," tambahnya.
Lebih lanjut Darmin mengatakan, perjuangan tersebut adalah dengan melakukan berbagai kajian serta merumuskan kebijakan yang bisa menurunkan angka inflasi.
"Inflasi kita itu dihitung secara nasional. Kita perlu mengetahui secara lebih jelas, sumber inflasi itu apakah dari produksi, distribusi, atau pasar," jelas Darmin.
Oleh sebab itu, Darmin menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendapatkan data-data secara akurat.
Selain pertukaran data yang telah tersedia seperti data PDB (Produk Domestik Bruto), IHK (Indeks Harga Konsumen), Statistik Perbankan dan lainnya.
Darmin menuturkan kerjasama tersebut juga mengarah pada pertukaran dan penyusunan data informasi yang masih memerlukan pengolahan lebih lanjut.
"Seperti data inflasi inti dan FSAM (Financial Social Accounting Matrix). Bahkan diupayakan juga kerjasama dalam penyusunan data/informasi yang belum tersedia," tambahnya.
Lebih jauh Darmin mengatakan, untuk tahun 2010 BI memperkirakan tingkat inflasi berada sedikit di atas 6%. "Ya mudah-mudahan sekitar 6%. Tetapi bisa lebih di atas 6% sedikit," katanya.
Sampai dengan pekan kedua November 2010, Darmin mengatakan secara year on year memang inflasi sudah mulai melampaui 5,8%.
(dru/dnl)










































