Bank Indonesia (BI) mencatat tingkat inflasi yang cenderung rendah dan terkendali di 2010 ternyata disebabkan juga karena adanya penguatan rupiah. Kenaikan harga komoditas internasional yang mempengaruhi inflasi dapat di netralisir karena adanya penguatan rupiah.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika ditemui disela acara Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia di Gedung Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Sabtu (27/11/2010).
"Sebetulnya di dunia internasional ada kecenderungan harga naik, tetapi karena rupiah menguat jadi di netralisir sehingga tidak ada inflasi," ujar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu adanya step crisis di global (masa setelah krisis) dan dibarengi oleh kenaikan tarif listrik dan tingginya pembayaran STNK waktu bulan Juli 2010 kemarin, ternyata mempengaruhi ekspektasi masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut Darmin mengatakan, di bulan November 2010 bank sentral memprediksikan akan terjadi inflasi namun masih sesuai target. "Tapi secara year on year sampai November 2010 ini mungkin akan melampaui 5,8% sedikit di atasnya," katanya.
Untuk 2010 sendiri, Darmin memproyeksikan inflasi akan berada sedikit di posisi 6% secara year on year.
Selain itu, Mantan Dirjen Pajak ini juga memprediksikan inflasi di 2011 akan lebih tinggi dari 2010 namun dirinya belum bisa menargetkan berapa kenaikannya.
"Sebetulnya kita liat kecendrungannya, kalau Indeks Harga Konsumen (IHK) mungkin tidak setinggi tahun ini lah, tapi kalau inflasi inti mungkin malah meningkat sedikit tahun depan," jelasnya.
Hal tersebut, sambung Darmin dikarenakan bukan hanya dari harga komoditas, tetapi karena ada perkiraan mengenai step crisis. "Tapi kita terus terang suplai side dari ekonomi kita agak lambat dari infrastruktur dan macam-macam. Sehingga dorongan investasi yang sudah terjdi sejak 2010 malah tidak semuanya menghasilkan pertumbuhan, sebagian diantaranya mempengaruhi inflasi," papar Darmin.
Lebih jauh Darmin menjelaskan jika dari sisi suplai tidak mampu mengimbangi sisi permintaan maka tidak seluruhnya menghasilkan pertumbuhan.











































