Beras Impor Tidak Boleh Masuk Pasar Saat Panen Raya

Beras Impor Tidak Boleh Masuk Pasar Saat Panen Raya

Akhmad Nurismaryah - detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2010 16:41 WIB
Beras Impor Tidak Boleh Masuk Pasar Saat Panen Raya
Jakarta -

Pemerintah akan menahan peredaran beras impor pada saat panen raya tahun depan. Panen raya tersebut diperkirakan akan terjadi di bulan Februari 2011.

Menurut wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, beras impor tersebut ditahan untuk memberi perlindungan kepada para petani yang selama ini menghasilkan dan menjual beras.

"Kalau dilihat dari sudut kepentingan perlindungan petani misalnya, kita baru akan panen raya kira-kira di sekitar kira awal pertengahan Februari. Jadi kita masih punya ruang. Jadi ketentuan bahwa kita tidak impor satu bulan sebelum panen tetap berlaku. Tapi bisa juga kita lakukan tidak impor," katanya usai menghadiri upacara pengukuhan guru besar Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (27/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, saat ini kondisi pangan dunia bisa dibilang sedang krisis. Pasalnya, banyak negara yang selama ini menjadi eksportir justru menjadi importir mencari stok untuk mengamankan kondisi pangan negaranya masing-masing.

"Bahkan negara-negara yang eksportir juga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mendapatkan stok karena ketidakpastian. Kan lucu negara eksportir tapi dia beli, itu mengindikasikan bahwa situasinya tidak secure," ujarnya.

Menurutnya, salah satu negara yang 'berubah' menjadi importir beras antara lain Thailand dan Vietnam. Maka dari itu, Indonesia yang selama ini masih beli beras dari luar negeri sekarang harus bersaing untuk mengamankan pasokan pangannya.

"Kita harus pandai memanfaatkan celah sebaik mungkin dengan waktu yang tersisa untuk mengamankan beras dan gula," ujarnya.

Langkanya beberapa komoditas pangan di dunia, contohnya beras dan gula tadi, membuatnya harganya semakin melambung di pasar. Bahkan, menurut Bayu, harga-harga bahan pokok masih akan menanjak naik pada awal tahun 2011.

"Komoditas masih belum menentu, situasinya belum menentu sama sekali. Kalau kita ikuti futures maupun kontrak itu geraknya masih sangat dinamis, tapi hampir semua bilang kecenderungannya naik. Terutama di awal tahun depan, triwulan pertama tahun depan itu kecenderungan akan naik. Komoditas pangan, hampir semua pangan," katanya.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads