Β
βKami menggunakan kombinasi pinjaman bank dan kas internal untuk mengakuisisi 100% kepemilikan Hotel Park Regis dan perkantoran tersebut. Letaknya yang strategis, pelayanan standar internasional dengan mengutamakan kepuasan konsumen menyebabkan kami yakin akan nilai komersial hotel dan perkantoran itu,β ujar Presiden Direktur dan CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh melalui siaran persnya yang diterima detikFinance Minggu (28/11/2010).
Melalui akuisisi itu, salah satu komitmen Merukh Enterprises adalah menyerap tenaga kerja Indonesia. Pihaknya mengalokasikan sekitar 20% dari total tenaga kerja yang dibutuhkan untuk hotel dan perkantoran Park Regis itu untuk tenaga kerja Indonesia.
Dengan memberikan kesempatan tersebut, tenaga kerja Indonesia diharapkan bisa belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa pelayanan hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotel Park Regis terdiri atas 203 kamar yang mencakup kamar standar maupun eksekutif. Hotel tersebut berdampingan langsung dengan perkantoran berlantai tujuh seluas 42.000 m2. Dari sisi jarak tempuh, Hotel Park Regis dan perkantoran baru itu letaknya dekat dengan pusat perkantoran, perbelanjaan, dan hiburan.
Setiap kamar dilengkapi fasilitas modern berteknologi tinggi. Segala informasi yang memudahkan pekerjaan dan hiburan bisa diperoleh dari kamar, antara lain nilai tukar uang, cuaca, peta dan keterangan lokasi, internet, dan telepon.
Park Regis juga menawarkan restaurant 24 jam, 3 bar, termasuk sebuah lobby, pool bar dan roof top bar. Fasilitas rekreasi yang ditawarkan meliputi sebuah kolam renang berukuran 25m, pusat kebugaran dan pusat bisnis.
βKami ingin menggabungkan konsep bisnis, pekerjaan, hiburan, dan belanja pada satu lokasi. Pelanggan yang tinggal di Hotel Park Regis tidak perlu membuang banyak waktu untuk melakukan pekerjaan, negosiasi bisnis, sekaligus untuk hiburan dan belanja,β ujar Senior Managing Director Departemen Land & Properties Merukh Enterprises Karnajaya Karnadi.
Merukh Enterprises adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan mineral, batubara, dan panas bumi. Melalui Pukuafu Indah, Merukh Enterprises adalah pemegang saham 20% tambang emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara.
Sebelum diinkorporasikan menjadi PT NNT, Pukuafu merupakan pemilik awal memiliki Wilayah Kontrak Karya Pertambangan PT NNT yang berintikan 10 Kuasa Pertambangan (KP) Eksplorasi milik PTPI yang telah menemukan ore bodies antara lain: Batu Hijau, Elang, Rinti, Dodo, Lunyuk dan Teluk Panas.
Merukh Enterprises juga memiliki 100% saham tambang emas dan tembaga di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan tambang batubara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
(hen/hen)










































