Bulog Baru Salurkan 10.000 Ton Beras Lewat Operasi Pasar

Bulog Baru Salurkan 10.000 Ton Beras Lewat Operasi Pasar

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 11:41 WIB
Bulog Baru Salurkan 10.000 Ton Beras Lewat Operasi Pasar
Jakarta - Sepanjang tahun ini, Pemerintah baru salurkan 10.000 ton beras untuk operasi pasar. Bulan November ini Bulog telah menyalurkan sekitar 3.000-4.000 ton beras dalam operasi pasar.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, jumlah tersebut masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan cadangan beras untuk operasi pasar sebesar 490.000 ton.

"Sampai akhir November mungkin 200-an kios di Jabodetabek, itu sampai akhir November 3.000-4.000 ton. Itu masih sedikit cadangan kita itu 490.000 ton untuk operasi pasar. Jadi tidak perlu khawatir," katanya kepada detikFinance, Selasa (30/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk sepanjang tahun ini, Sutarto mengaku telah menyalurkan sekitar 10.000 ton melalui operasi pasar. Jika dibutuhkan kembali pada Desember tahun ini, maka berapapun besarnya kebutuhan beras untuk operasi pasar akan disediakan perusahaan pelat merah itu.

"Kalau Desember selama masih tinggi (harga beras), berapa pun akan kami layani," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah akan lakukan operasi pasar untuk beras pada daerah-daerah yang memiliki kecenderungan kenaikan harga beras guna menjaga inflasi.

Sutarto menilai kecenderungan naiknya harga beras yang masih memicu inflasi disebabkan kurangnya suplai beras karena belum masuk masa panen.

"Harga itu kan terkait supply and demand. Supply-nya kan semua tahu pada bulan-bulan terakhir yaitu Desember, November, memang belum panen. Panen itu sekitar Februari, Maret," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (19/11/2010) lalu.

Untuk itu, lanjut Sutarto, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Menko Perekonomian. Hasil koordinasi tersebut adalah akan dilaksanakannya operasi pasar pada daerah-daerah yang memiliki kecenderungan kenaikan harga beras.

"Kita sudah koordinasikan karena kan kewenangan di Kementerian Perdagangan, Pertanian, Menko Perekonomian, Bulog lakukan koordinasi untuk melakukan operasi pasar pada daerah-daerah yang kecenderungan naik, seperti Jakarta, Medan," ujarnya.

Namun, Sutarto menyatakan operasi pasar tersebut bisa dilakukan atas permintaan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda untuk segera melakukan kebijakan tersebut.

"Kita sambil menunggu, kita akan koordinasi dengan Pemda karena itu kan atas permintaan Pemda. Yang jelas, kita siap segala sesuatunya," pungkasnya.

(nia/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads