Kapas Melonjak, Harga Batik Naik 20%

Kapas Melonjak, Harga Batik Naik 20%

- detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 15:13 WIB
Jakarta - Lonjakan harga kapas yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir berimbas pada harga jual batik karya perajin lokal. Harga batik pun mulai terkerek naik sampai 20% khususnya untuk batik-batik kelas bawah.

Hal ini disampaikan oleh pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya di sela-sela acara Pameran Batik Jawa Tengah, Selasa (30/11/2010).

"Ya jelas kita naikan harga. Kalau batik-batik yang murah misalnya batik kodian Rp 1,6 juta per kodi kenaikannya bisa Rp 20%," kata Komarudin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komar sapaan Komarudin menjelaskan para perajin terpaksa menaikan harga produknya karena kenaikan harga kapas yang sudah naik dua kali lipat selama dua bulan terakhir yang berimbas pada harga bahan kain.Β 

"Kita sambil menunggu saja, kalau harganya terlalu tinggi, pembeli harus mengerti," katanya.

Komar menambahkan saat ini harga kain katun sudah naik menjadi Rp 430.000 per boks dari sebelumnya Rp 310.000 per boks. Volume satu boks terdiri dari 10 pieces, di mana satu piece setara 30 per meter persegi.

"Sutra juga sama mengalami kenaikan harga, selama ini kita impor dari China. Di sana juga terkena dampak ekstrem iklim," katanya.

Saat ini harga benang sutra sudah naik menjadi Rp 525.000 per Kg dari sebelumnya Rp 360.000 per kg. Satu kilogram benang sutra bisa dipakai untuk kain sutra sebanyak 7 meter dengan lebar 115 cm.

Sementara itu Benny Soetrisno salah satu produsen industri tekstil mengatakan saat ini pasokan kapas dunia mengalami penurunan karena cuaca ekstrem terutama untuk produsen kapas di belahan bumi bagian utara.

Ia menjelaskan sebelum adanya kenaikan harga kapas hanya mencapai US$ 1,5 per kg sementara harga saat ini sudah mencapai US$ 2,8 per kg.

Dari kenaikan harga kapas yang hampir mencapai 100%, harga produk benang naik menjadi 60%, harga kain naik 30% dan produk akhir seperti batik dan pakaian jadi lainnya telah naik 20%.

"Sekarang ini kapas dunia kekurangan 21 juta bal," jelasnya.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads