Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan, penjualan ekspor mebel dan kerajinan hingga akhir tahun mencapai US$ 2,6 miliar. Negara tujuan ekspor masih didominasi oleh Eropa Barat, Timur Tengah dan Amerika Serikat.
Untuk tahun 2010, ekspor furnitur RI mengecil akibat tekanan rupiah. Dimana dalam beberapa bulan terakhir, mata uang lokal terus menguat karena masuknya arus modal asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga pertumbuhan ekspor berada dalam tren kenaikan, Asmindo mulai 2011 akan mengadakan pameran internasional furnitur dan kerajinan dua kali dalam setahun. Diharapkan dengan semakin sering diadakannya pameran, maka angka penjualan pun meningkat.
"Tahun depan kita sudah dapat komitmen dari 2.800 orang dari 105 negara untuk hadir dalam pamaran. Target kami 3.500 orang (transaksi)," paparnya.
Pria asal Yogyakarta ini menilai, pemerintah harus terus mendorong ekpor produk-produk furnitur dan kerajinan. Hal itu diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak, sehingga tenaga kerja tak perlu diekspor ke luar negari.
"Kita masih butuh promosi lebih. Dan ekspor TKW TKI, diperlakukan seperti itu, lebih baik job di dalam industri ini," paparnya.
"Dan target kami di tahun 2012, penjualan sudah mencapai US$ 3 miliar," imbuh Ambar.
(wep/qom)











































