Demikian disampaikan Ketua LPPM Universitas Gajah Mada sekaligus pengamat transportasi, Danang Parikesit dalam '2nd Indonesia Industry Research Forum 2010' di Hotel Gran Hyatt Jakarta, Rabu (1/12/2010).
"Taki itu kan kendaraan premium, dan nggak layak dapat BBM bersubsidi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumen taksi incomenya jauh diatas rata-rata penduduk Jakarta. Income di Jakarta saja sudah sudah tinggi dibanding kendaraan lain," tegasnya.
"Seluruh Taksi, tidak cuma yang premium," tambah Danang.
Seperti diketahui, pemerintah akan mulai menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil di atas tahun 2005. Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
Pemerintah telah menyiapkan 2 opsi untuk pembatasan BBM yang rencananya akan mulai berlaku pada Januari 2011 yakni larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk mobil di atas tahun 2005 dan larangan untuk seluruh mobil plat hitam.
(wep/qom)










































