Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/12/2010).
"Kita siap bersaing dengan asing, kita tidak tinggal diam. Karena itu tolonglah jangan dijelek-jelekin Pertamina ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh saja, saat ini harga BBM yang dijual di SPBU Shell hanya berbeda tipis dengan pertamax dan pertamax plus yang dijual di SPBU Pertamina.
Di Jakarta, harga pertamax per 1 Desember adalah Rp 6.900 per liter, jika dibandingkan dengan super R92 milik Shell yang Rp 6.850 berbeda tipis sekali. Bahkan lebih murah BBM Shell.
Demikian juga untuk pertamax plus yang di Jakarta harganya Rp 7.250, jika dibandingkan dengan super extra milik Shell yang Rp 7.300 berbeda tipis. Pertamax plus lebih murah.
Mulai 2011 pemerintah akan membatasi konsumsi BBM subsidi mobil pribadi. Pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)











































