Penuh 'Tekanan', Pertamina Sulit Saingi Petronas

Penuh 'Tekanan', Pertamina Sulit Saingi Petronas

- detikFinance
Kamis, 02 Des 2010 15:42 WIB
Jakarta - Perhatian dan tuntutan berlebih yang dibebankan para pemangku kepentingan (stakeholder) membuat Pertamina masih sulit berkembang pesat. Padahal banyak pihak menuntut Pertamina lebih baik dari mantan 'anak didiknya', Petronas.

Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun mengakui, tuntutan yang diberikan kepada BUMN tersebut banyak, namun tiap kali pula Pertamina harus menghadapi banyaknya tuntutan.

"Banyak masyarakat menuntut bahwa Pertamina harus bisa lebih baik, kalau bisa melebihi Petronas. Tapi kalau kita lihat kenyataan yang ada, apa yang kita lakukan selalu dapat perhatian berlebih dari stakeholder kita," jelas Harun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harun mencontohkan kasus rencana akuisisi Medco, yang menjadi pelajaran berharga bagi Pertamina agar bisa mengeksekusi dengan lebih baik melalui sosialisasi yang bagus kepada semua stakeholder.

"Memang kondisi Pertamina dengan stakeholder-nya berbeda dengan kondisi Petronas dan stakeholder-nya. Sehingga tuntutan lebih besar kepada Pertamina kita anggap sebagai challenge," jelasnya.

Harun ingin ke depannya dalam melakukan aksi korporasi bisa lancar, terutama dalam melakukan akuisisi.

"Saya tidak katakan stakeholder yang mempengaruhi pembatalan akuisisi Medco. Memang ini adalah pembelajaran buat kita, di satu sisi ada kesempatan, tapi di sisi lain ada hal yang harus kita sadari, bukan sebuah tekanan," tukas Harun.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) dan Encore International Limited (EIL) sepakat untuk tidak melanjutkan transaksi pembelian saham EIL di Encore Energy Pte Ltd. Dengan demikian, secara tidak langsung Pertamina membatalkan rencana menguasai sebagian saham di PT Medco Energy, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads