Hatta 'Borong' Hasil Kerajinan Korban Merapi

Hatta 'Borong' Hasil Kerajinan Korban Merapi

- detikFinance
Jumat, 03 Des 2010 12:47 WIB
Jakarta - Demi membantu korban letusan Gunung Merapi yang mencoba bangkit lewat usaha kreatif, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memborong hasil kerajinan korban Merapi yang dipamerkan dalam acara Creative Entrepreuner Summit 2010.

Saat berkeliling di area SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) Expo, Hatta ditemani istrinya Okke Rajasa, mengunjungi stand Rumah Pintar yang memamerkan pernak-pernik hasil karya anak-anak dan ibu-ibu korban bencana.

Okke pun menjelaskan kepada suaminya bahwa pernak-pernik tersebut dibuat oleh korban bencana erupsi Gunung Merapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karya anak-anak korban Merapi, daripada mereka melamun, maka kita ajak untuk membuat pernak-pernik ini," ujarnya di acara yang diadakan di Gedung SMESCO, Jalan MT Haryono, Jakarta (3/12/2010).

Melihat karya tersebut, secara spontan Hatta pun memborongnya dengan nilai Rp 5 juta. "Ini saya ambil senilai Rp 5 juta, barangnya dibagikan ke rumah-rumah yatim piatu," ujarnya kepada si penjaga stand.

Tia, salah seorang penjaga stand menyatakan bahwa hasil karya itu mendapatkan modal dari SIKIB sebesar Rp 6 juta. "Modal buat beli bahan dasarnya sebesar Rp 6 juta dari SIKIB," jelasnya.

Jika dihitung-hitung, lanjut Tia, modal tersebut tidak akan balik. Pasalnya banyak produk yang dibuat para korban dibawa sebagai milik pribadi. Namun dipastikan, segala penerimaan dari hasil karya yang terjual akan diserahkan kembali untuk membantu korban bencana Merapi.

Tia menjelaskan hasil karya itu dibuat para korban atas bantuan relawan mobil pintar yang datang ke titik-titik pengungsian. "Ada 4 orang tiap mobil pintar, ada 2 mobil dan 3 kloter yang datang ke sana untuk mengajarkan mereka membuat pernak-pernik ini," jelasnya.

Namun, Tia agak khawatir kurangnya barang atas permintaan Hatta. Pasalnya jumlah tersebut sepertinya tidak akan terpenuhi dengan barang-barang yang tersedia.

"Nggak tahu nih cukup apa enggak, bisa capai Rp 5 juta atau tidak. Yang jelas, nanti akan diserahkan kembali uangnya ke Merapi," tandasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads