Pemerintah merasa para pemilik mobil merupakan orang yang mampu dan tidak lagi berhak disubsidi. Masih banyak orang-orang miskin yang lebih layak mendapatkan subsidi.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui Gedung Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/12/2010).
"Bagus kalau gak mau BBM bersubsidi. Kan sedih kalau punya mobil tapi masih disubsidi," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak kita batasi dipastikan akan terus membengkak. Kan pertumbuhan kendaraan itu 8% tiap tahunnya," imbuh Hatta.
Dikatakan Hatta, pemerintah menilai opsi yang baik untuk pembatasan BBM subsidi adalah melarang semua mobil plat hitam untuk menggunakan BBM subsidi. Namun semua ini tergantung keputusan DPR nanti.
"Kita tunggu diputuskan dewan (DPR), sisi pemerintah kan plat hitam, kendaraan plat hitam harus mengisi pertamax," kata Hatta.
Penerapan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jawa-Bali tahun 2011 diperkirakan pemerintah akan menghemat konsumsi BBM subsidi sebanyak 14 juta KL. "Memang akan terjadi penghematan yang cukup lumayan," jelas Hatta.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%. (dnl/ang)











































