Darwin Saleh: Pembatasan Premium Tak Bisa Ditunda Lagi

Darwin Saleh: Pembatasan Premium Tak Bisa Ditunda Lagi

- detikFinance
Jumat, 03 Des 2010 15:20 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai program pembatasan konsumsi BBM subsidi sudah harus segera dilakukan. Pembatasan ini tidak bisa ditunda-tunda lagi dan harus segera diterapkan 1 Januari 2011.

Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

"Kita jangan tunda lagi dan di lain pihak kita tidak boleh berlebihan. Jangan rencanakan sesuatu yang pada dasarnya tidak didukung oleh kesiapan. Kesiapannya sekarang sudah ada tapi tidak bisa kita langsung dilakukan sekaligus," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darwin mengatakan, dirinya segera membawa usulan pemerintah ini kepada DPR untuk dimintai persetujuan. Sehingga BBM subsidi dapat dinikmati oleh mereka yang berhak. Tidak seperti sekarang ini, di mana orang mampu pun bisa menikmati subsidi BBM.

"Januari (2011) Insya Allah apabila pembahasan dengan DPR sudah semakim tuntas, itu akan berjalan dengan baik," kata Darwin.

Diakui Darwin masih banyak persiapan khususnya infrastruktur yang perlu diperbaiki, sehingga penyaluran BBM non subsidi bisa lancar untuk menggantikan BBM subsidi.

"Pelaksanaannya perlu ada tahapan teknis pelaksanaan sesuai dengan infrastruktur. Kita tahu pengendalian BBM subsidi itu berarti bagi mereka yang tidak berhak, akan beralih ke pertamax," cetus Darwin.

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.

Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads