Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/12/2010).
"Kita jangan tunda lagi dan di lain pihak kita tidak boleh berlebihan. Jangan rencanakan sesuatu yang pada dasarnya tidak didukung oleh kesiapan. Kesiapannya sekarang sudah ada tapi tidak bisa kita langsung dilakukan sekaligus," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Januari (2011) Insya Allah apabila pembahasan dengan DPR sudah semakim tuntas, itu akan berjalan dengan baik," kata Darwin.
Diakui Darwin masih banyak persiapan khususnya infrastruktur yang perlu diperbaiki, sehingga penyaluran BBM non subsidi bisa lancar untuk menggantikan BBM subsidi.
"Pelaksanaannya perlu ada tahapan teknis pelaksanaan sesuai dengan infrastruktur. Kita tahu pengendalian BBM subsidi itu berarti bagi mereka yang tidak berhak, akan beralih ke pertamax," cetus Darwin.
Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.
Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.
Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%.
(dnl/qom)










































