Menteri ESDM Darwin Saleh menyatakan, dengan keputusan tersebut maka masalah yang terlantar selama 4 tahun ini perlahan bisa terselesaikan.
"Setelah perjanjian atau Head of Agreement (HoA) ditandatangani, akan ada partner-partner lain yang ditunjuk untuk menggarap Blok East Natuna tersebut," ujar Darwin di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/12/2010).
Darwin berjanji, gas yang dihasilkan dari Natuna ini akan diperuntukkan utamanya untuk kepentingan domestik, baru setelah itu untuk ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, sejak 2008, pemerintah menunjuk Pertamina untuk mengelola lapangan dengan kandungan minyak 500 juta barel dan gas 222 triliun kaki kubik tersebut. Namun, perusahaan pelat merah ini memerlukan mitra untuk mengelola blok tersebut karena perlu investasi besar dan teknologi tinggi.
Investasi yang dikeluarkan perusahaan migas asing untuk pengembangan Natuna ini sangat besar melalui teknologi sehingga bisa dihasilkan gas dari blok tersebut. Karena itu nantinya gas yang dihasilkan harus dijual dengan harga yang sesuai dengan harga internasional.
(dnl/qom)










































